Tentang Ayam den Lapeh (Folk Minang Song)


Salah satu lirik Ayam den Lapeh dari Elly Kasim

Entahlah saya bingung, ketika minggu lalu saat berada di salah satu mal. Saya terngiang-ngiang dengan lagu Ayam den Lapeh. Salah satu lagu rakyat yang melegenda bagi Masyarakat Minangkabau. Saya sendiri tertarik mengenal budaya Minang setelah pertama kali mendengar lagu ini dinyanyikan oleh seseorang yang juga berasal dari Minang. Cukup bikin saya penasaran dan dari liriknya menceritakan banyak tempat di Sumatera Barat. Eksplorasi saya tentang daerah Minang pun merujuk dari daerah yang ada dalam lirik ini yaitu Payakumbuh, Baso, Batusangkar, Pagaruyung, Biaro dan sekitarnya.

Lagu Ayam den Lapeh sempat dimainkan dalam JGTC

Nah entah kebetulan atau tidak rupanya lagu ini tengah dinyanyikan oleh salah satu grup band dalam format jazz. Walaupun lokasi acara jauh dan tak terdengar tiba-tiba saja kaki saya terus saja melangkah tak tentu arah sampai lagu ini terdengar samar-samar ditelinga sedang dinyanyikan seseorang. Langsung saya mencari sumber suara tersebut. Dan makin jelaslah memang lagu Ayam den Lapeh sedang dimainkan oleh sekelompok anak muda dalam nuansa jazz. Saya menyesal saat tiba disana lagu ini sudah hampir selesai dimainkan sehingga tak sempat merekam.

Lagu yang diciptakan oleh Datuk A Hamid ini memang cukup mudah dicerna dan terkenal. Bahkan sebelum artis-artis kita melebarkan sayapnya ke negeri jiran. Lagu ini sendiri sudah digemari duluan di Malaysia, Singapura dan Brunei. Saya memang bukan asli Minang tapi saya semakin paham akan logat bahasa minang dengan belajar dari lagu-lagu minang yang memang sangat produktif diciptakan oleh seniman minang. Dibandingkan dengan seniman daerah lainnya, saya pikir lagu minang paling banyak direkam. Ini bisa saya lihat sendiri saat menghadiri Sumbar Expo beberapa waktu lalu.

Banyaknya lagu Minang yang diproduksi

Saya beruntung, setelah banyak yang tahu saya menyukai minang. Beberapa kenalan saya dari Minang mencoba mengirimkan beberapa cd lagu daerah Minangkabau. Lumayan ada beberapa lagu daerah yang saya sukai bertambah koleksinya termasuk Ayam den Lapeh dengan berbagai penyanyi. Masing-masing penyanyi punya cara tersendiri untuk menyanyikan lagu Ayam den Lapeh tapi yang paling saya sukai diantaranya adalah Bunda Elly Kasim sebagai penyanyi awalnya, kemudian  ada juga edisi band milik Ten2Five dan Nugie, versi Malaysia milik Ally Noor, Anita Sarawak, termasuk Siti Nurhaliza pun saya download untuk koleksi.Nah kemarin saya mendapatkan kiriman lagi yaitu Rynd Band yang menyanyikan lagu Ayam den Lapeh dalam format Jazz sehingga saya semakin mencintai lagu ini…

kiriman dari Minang Rynd Band, Ayam den Lapeh semakin enak didengar

Enaknya mendengarkan lagu ini saat tengah berada di perjalanan sambil memandang pemandangan sawah dan gunung di daerah yang ada di dalam lirik ini. Terbayang jaman dahulu lagu ini diciptakan betapa orkes tengah berjaya saat itu. Ayah saya dulu pernah bercerita bahwa pada masa mudanya Orkes-Orkes Melayu merajai musik di tanah air termasuk lagu minang seperti lagu Kampuang Nan Jauh di Mato, Kaparinyo, Dayung Palinggam, Nasib Sawahlunto, Sempaya dan Ayam den Lapeh yang menjadi hits di kala itu.

Beberapa Lagu Minang Jadul dalam bentuk Piringan Hitam

Ayah saya juga bercerita pada masa dia muda, ada salah satu orkes asal Minang yang cukup terkenal yaitu Orkes Gumarang. Biasanya lagu mereka sering di putar di RRI (Radio Republik Indonesia). Pada masa itu tentu tak mudah bagi sembarang artis untuk bisa tampil di RRI. Mesti melalui beberapa kali tahap penjurian sampai akhirnya orkes Gumarang berhasil merekam lagu-lagu mereka dalam piringan hitam dan  irama yang dibawakan Gumarang bukan saja mampu menyajikan lagu-lagu Minang sesuai dengan aslinya, namun juga memiliki ramuan irama Latin yang amat disukai masyarakat.

Selain Gumarang ada juga orkes minang lainnya yaitu Kumbang Tjari yang terkenal lagunya dengan Kok Upiak Lah Gadang, Teluk Bayur,Asmara Dara yang dinyanyikan oleh Elly Kasim, Randang Darek dinyanyikan Nuskan Syarif, Taraatak Tangga (Elly Kasim dan kawan-kawan), Mak Tatji (Nuskan Syarif), Apo Dajo (Elly Kasim dan kawan-kawan), Tjita Bahagia (Elly Kasim dan Nuskan Syarif), Cha Cha Mari Cha (Nuskan Syarif), Gadis Tuladan (Nuskan Syarif), Kumbang Djanti (Elly Kasim), Langkisau (Nuskan Syarif dan kawan kawan), Kureta Solok (Nusikan Syarif dan kawan-kawan), dan Oi, Bulan (Elly Kasim dan kawan-kawan). Ah jadi pengen koleksi semua lagu Minang lawas ini tapi Ayam den Lapeh masih terlalu memikat saya untuk terus mencari versi lainnya. Ada yang punya versi rock, orkestra, atau lainnya mungkin? Saya masih menunggu film Ayam den Lapeh diproduksi segera http://www.sumbaronline.com/berita-12661-danau-maninjau-jadi-lokasi-syuting-film-ayam-den-lapeh.html

Nah berikut lirik Ayam den Lapeh yang saya sukai (Terjemahan asal dari saya) silahkan bernyanyi :

Luruihlah jalan Payakumbuah (jalan luruslah ke Payakumbuh)
Babelok jalan ka Andaleh (berbelok jalan ke andalas -artinya apa ya?)
Dima ati indak karusuah (bagaimana hati tidak rusuh/gundah)
Ayam den lapeh (ayamku lepas -secara tersirat hajatku tak kesampaian)

ai ai… ayam den lapeh (aduh aduh tidak kesampaian)

Mandaki jalan Pandaisikek (jalan menanjak ke Pandai Sikek tempat yg curam)
Basimpang jalan ka Palupuah (Bersimpang siru jalan ke Palupur/nama tempat kayanya?)
Di ma ati indak kamaupek (bagaimana hati tidak bertanya-tanya)
Awak takicuah (saya tertipu)

ai ai… ayam den lapeh (aduh aduh tidak kesampaian)

Siku capang siku capeh (ini apa ya artinya hehehe?)
Saikua tabang saikua lapeh (satunya terbang satunya lagi lepas)
Tabanglah juo nan karimbo (terbanglah ke hutan rimba)
Oi lah malang juo (oh malang sekali)

Pagaruyuang Batusangka (nama tempat yaitu Pagaruyuang di Batusangkar)
Tampek bajalan urang Baso (tempat berjalan orang Baso)
Duduak tamanuang tiok sabanta (Duduk termenung dalam sekejap)
Oi takana juo (Oh terkenang juga)

ai ai… ayam den lapeh (oh oh tak kesampaian)

Den sangko lamang nasi tuai (Aku menyangka nasi tuai itu lamang???)
Kironyo tatumpah kuah gulai (Rupanya tertumpah kuah gulai)
Awak ka pasa alah usai (saya ke pasar tapi sudah tutup)
Oi lah malang denai (oh malangnya aku)

O hoi … ayam den lapeh (oh tak kesampaian)

About these ads


Categories: beautiful song, Minang

Tags: , ,

1 reply

  1. Luruihlah jalan Payakumbuah (luruslah jalan Payakumbuh)
    Babelok jalan ka Andaleh (berbelok jalan ke andalas (nama tempat))
    Dima ati indak karusuah (di mana hati tidak rusuh)
    Ayam den lapeh (ayamku lepas)

    ai ai… ayam den lapeh (ayamku lepas)

    Mandaki jalan Pandaisikek (Mendaki jalanPandai Sikek)
    Basimpang jalan ka Palupuah (Bersimpang jalan ke Palupuh (nama tempat))
    Di ma ati indak kamaupek (di mana hati tidak mengumpat)
    Awak takicuah (saya tertipu)

    ai ai… ayam den lapeh (ayamku lepas)

    Siku capang siku capeh (sa ekor capang sa ekor capeh- gandaan/imbalan)
    Saikua tabang saikua lapeh (sa ekor terbang sa ekor lepas)
    Tabanglah juo nan karimbo (terbanglah juga ke rimba)
    Oi lah malang juo (oh lah malang juga)

    Pagaruyuang Batusangka (Pagaruyuang Batusangkar)
    Tampek bajalan urang Baso (tempat berjalan orang Baso)
    Duduak tamanuang tiok sabanta (Duduk termenung tiap sekejap)
    Oi takana juo (Oh terkenang juga)

    ai ai… ayam den lapeh (ayamku lepas)

    Den sangko lamang nasi tuai (Aku sangka lemang nasi tuai – lamang (ketan/santan dlm bambu))
    Kironyo tatumpah kuah gulai (Rupanya tertumpah kuah gulai)
    Awak ka pasa alah usai (saya ke pasar tapi sudah usai – selesai)
    Oi lah malang denai (oh lah malang aku)

    O hoi … ayam den lapeh (ayamku lepas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Abdallah Seymour's Blog

The age of 'amal

Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Blog Ahlivital.com

Memberikan informasi tentang pengobatan Alternatif, Herbal, Kesehatan dan Seksualitas.

gprimakusuma

Just another WordPress.com site

It Seems To Me...

My random musings on lots of things I'm not an expert on

Arise and Go

"Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin."- Mother Teresa

Rocketeer

Here we go, come with me.. There's a world out there that we should see

fujianggres

This WordPress.com site is my journey

the garden of eden

"Hello, darling. Did you have a nice lunch?" Ernest Hemingway

Photo Nature Blog

Nature and Outdoor Photography by Jeffrey Foltice

A Traveller's Tale

photography and travel interests, places, and things

dibuang [sayang]

I usually write when I'm error, so prepare yourself.

Robbi Hafzan

Pulau Bintan Indah

international andrea

The stories, photographs and travel tips of a young wanderluster as I make my way around the world.

urbanbeings

run, climb, eat, rest... live

Radion Photography

Vlad Radion is an interactive photographer specializing in wedding and portrait photography, Vlad is based in Boise, ID.

Slice Of Thought

It's not about getting the right answers, but knowing the wrong answers and avoiding them.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,989 other followers

%d bloggers like this: